Comment posted on Jangan Tidur Bila Jadi Kondektur! by ceppi
Saya sudah lama tidak naik ATM, alias Angkot Tidak Manusiawi, ini.
Herannya saya, kenapa kita sebagai penumpang, sebagai konsumen, sangat tidak berdaya menghadapi kondisi angkot ini. Sudah ngetemnya lama, harus berpanas-panasan di dalam kabin penumpang, dan tidak akan pernah akan berangkat kalau tidak penuh, juga penumpangnya benar-benar dijejal. Kalau ada satu penumpang yang ukurannya di luar normal, sudah deh, kita harus merasakan himpitannya. Apalagi kalau mobilnya ngerem mendadak…..ciiiitt! Kita harus merasakan momentum (massa x kecepatan) dari sekian banyak penumpang di belakang kita.
Kapan kita bisa mengubah keadaan ini? Kalau kita tidak pernah menyuarakan jeritan hati kita ini ke tempat/institusi yang tepat agar ada pengaturan jumlah penumpang, selamanyanya kondisi ini akan berlangsung. Dan Pak Amril tetap akan merasakan menjadi manusia pindang selama bertahun-tahun ke depan.
Bagaimana Pak?
Sebagai pasar tradisional, pasar roxy sudah lumayan kondisinya, dengan tidak becek dan semrawut. Tetapi dari segi kenyamanan dan kebersihan, itu masih jauh. Ditambah lagi kios-kios kosong yang membuat suasana menjadi gelap, sedikit kumuh dan sedikit mengkhawatirkan masalah keamanan pengunjungnya.
Apa yang ditawarkan Pasar Bersih ini, supaya benar-benar terwujud sebagai pasar yang bersih, nyaman, dan aman?
Dan apakah sudah diperhitungkan kekuatan pasar dalam menyerapnya, dengan perhitungan bahwa di bagian depan sudah ada pasar roxy, di belakang ada pasar tegaldanas, dan di dalam perumahan ada pasar-pasar kecil yang sudah punya konsumennya masing2? Jadi orang yang membeli kios atau lapak, tidak sia-sia berinvestasi, karena usahanya punya konsumen yang pasti.
Salam,
Cianjur yang dulunya selalu ramai dan menjadi kota perlintasan arus kendaraan dari Jakarta menuju Bandung dan sebaliknya, serta terkenal dengan oleh-oleh manisannya, kini terasa sepi, lengang, dan pucat bagaikan kehilangan ruhnya. Para pengusaha kuliner yang dulunya sering panen pada saat weekend, sekarang menanti dengah harap-harap cemas kendaraan-kendaraan yang lewat di depan tempat usaha mereka. Sedikit yang melintas, dan sangat sedikit yang mampir.
Apakah pemerintah dan pengembang jalan tol itu sudah memperhitungkan hal seperti ini?
Kemungkinan besar tidak! Pikir mereka, yang penting modal segera kembali, jalan tol yang mereka bangun selalu dipenuhi oleh kendaraan. Perkara banyak pengusaha daerah yang gulung tikar karena ditinggalkan oleh para pengguna jalan karena beralih ke jalan tol, bukan urusan mereka.
Komentar di Komunitas Blogger Cikarang
Comments are closed
No comment pak…. saya cuma bisa : hahahahaha……
Jadi mari kita ngakak bareng Mas admin
Coba saya tebak, pasti sering naik bis jenis ini deh….hahaha
dah pindah rumah tho
makin keren dan semoga makin exist to contribute
he..he..bau ya pa??
saya ikutan pindah boleh ngga pa, ngejar bang sibaho..
Senangnya membaca komentar kawan2
Salam kompak selalu
Hahahaha loetjoe pak…
Satu hal lagi… Bis baru bisa jalan jikalau penumpang telah penuh nuh tak tersisa atu bangku kosongpun… kalo belon penuh di tungguin tuh ama supir n timernya sampe jaman jebot .. tape deeeee….
Saya sudah lama tidak naik ATM, alias Angkot Tidak Manusiawi, ini.
Herannya saya, kenapa kita sebagai penumpang, sebagai konsumen, sangat tidak berdaya menghadapi kondisi angkot ini. Sudah ngetemnya lama, harus berpanas-panasan di dalam kabin penumpang, dan tidak akan pernah akan berangkat kalau tidak penuh, juga penumpangnya benar-benar dijejal. Kalau ada satu penumpang yang ukurannya di luar normal, sudah deh, kita harus merasakan himpitannya. Apalagi kalau mobilnya ngerem mendadak…..ciiiitt! Kita harus merasakan momentum (massa x kecepatan) dari sekian banyak penumpang di belakang kita.
Kapan kita bisa mengubah keadaan ini? Kalau kita tidak pernah menyuarakan jeritan hati kita ini ke tempat/institusi yang tepat agar ada pengaturan jumlah penumpang, selamanyanya kondisi ini akan berlangsung. Dan Pak Amril tetap akan merasakan menjadi manusia pindang selama bertahun-tahun ke depan.
Bagaimana Pak?
tinggal di cikarang saat ini sudah enak, transfortasi sudah mendukung, waktu taun 1995 kalo mau ke jababeka hanya P9BC aja, turun di Asrama naik ojek, atau turun di terminal cikarang naik angkot K17.
Dear all,
saya berencana akan pindah rumah ke lippo cikarang,
sementara saya bekerja d jakarta, tepatnya tanjung priok
yang ingin saya tanyakan, apakah ada angkutan umum dari lippo cikarang ke tanjung priok? atau dari cikarang ke tanjung priok?
terimakasih
Ada pak….
dari cikarang-tanjung priok bapak bisa naik Mayasari Bhakti, kalo gak salah yang 123, kalai 121 itu ke blok M.
welcome to cikarang pak…
dear pak Bustomi,
pak.., mayasari bhakti 123 itu, jurusan apa yah? tg.priok-cikarang kah?
tks
pak kalo dari UKI itu ke lippo cikarang kawasan delta silicon ada angkutan umum yang langsung menuju ke sana??
Kalau boleh tahu, jam operasi angkutannya dari sampai jam berapa??
Regards