Saya sudah lama tidak naik ATM, alias Angkot …

Comment posted on Jangan Tidur Bila Jadi Kondektur! by ceppi

Saya sudah lama tidak naik ATM, alias Angkot Tidak Manusiawi, ini.
Herannya saya, kenapa kita sebagai penumpang, sebagai konsumen, sangat tidak berdaya menghadapi kondisi angkot ini. Sudah ngetemnya lama, harus berpanas-panasan di dalam kabin penumpang, dan tidak akan pernah akan berangkat kalau tidak penuh, juga penumpangnya benar-benar dijejal. Kalau ada satu penumpang yang ukurannya di luar normal, sudah deh, kita harus merasakan himpitannya. Apalagi kalau mobilnya ngerem mendadak…..ciiiitt! Kita harus merasakan momentum (massa x kecepatan) dari sekian banyak penumpang di belakang kita.
Kapan kita bisa mengubah keadaan ini? Kalau kita tidak pernah menyuarakan jeritan hati kita ini ke tempat/institusi yang tepat agar ada pengaturan jumlah penumpang, selamanyanya kondisi ini akan berlangsung. Dan Pak Amril tetap akan merasakan menjadi manusia pindang selama bertahun-tahun ke depan.
Bagaimana Pak?

Recent comments by ceppi

  • “Romy Rafael” beraksi di Cikarang Baru
    Kejadiannya hari Sabtu tanggal 21 Agustus kemarin bukan?
    Nanti saya bantu sebarkan ke komunitas Cikarang Baru, supaya warga menjadi lebih hati-hati.
    Tahun lalu juga teman sekamar teman saya pada saat membawa sepeda motor dihipnotis seorang Bapak-bapak di depan Wisma Mattel, dan akhirnya motornya dibawa pergi.
  • Pakai HP di larang ?
    Dilarang juga, kalau lagi mengemudikan kendaraan bukan?
    Apalagi tanpa handsfree, apalagi sambil sms-an!
    Membahayakan diri sendiri, membahayakan juga orang lain.
  • Shalawat Tarhim dan Kenangan Subuh Yang Bergema dari Masa Lalu
    Terima kasih sharingnya Pak Amril, juga terima kasih kepada Pak Ananto yang telah memunculkan kembali shalawat yang hampir terlupakan ini.
    Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW…
  • Mengapa Pasar Bersih ???
    Saya melihatnya dari sisi konsumen.
    Kalau tidak salah, pasar roxy yang sekarang, awalnya juga diproyeksikan sebagai pasar bersih. Namun dalam perkembangannya, saya berani nilai bahwa upaya itu tidak berhasil.

    Sebagai pasar tradisional, pasar roxy sudah lumayan kondisinya, dengan tidak becek dan semrawut. Tetapi dari segi kenyamanan dan kebersihan, itu masih jauh. Ditambah lagi kios-kios kosong yang membuat suasana menjadi gelap, sedikit kumuh dan sedikit mengkhawatirkan masalah keamanan pengunjungnya.

    Apa yang ditawarkan Pasar Bersih ini, supaya benar-benar terwujud sebagai pasar yang bersih, nyaman, dan aman?
    Dan apakah sudah diperhitungkan kekuatan pasar dalam menyerapnya, dengan perhitungan bahwa di bagian depan sudah ada pasar roxy, di belakang ada pasar tegaldanas, dan di dalam perumahan ada pasar-pasar kecil yang sudah punya konsumennya masing2? Jadi orang yang membeli kios atau lapak, tidak sia-sia berinvestasi, karena usahanya punya konsumen yang pasti.

    Salam,

  • Jalur yang ditinggalkan…
    Ini adalah ekses dari sebuah pembangunan!
    Saya pun merasakan hal yang sama pada saat pergi ke Bandung melewati jalur Puncak. Dari mulai pertigaan Gadog hingga Cipanas, kemacetan dan kepadatan lalu lintas yang kita rasakan. Namun, selepas Cipanas, yang kita lihat adalah jalanan yang sepi dan tempat-tempat usaha yang kosong tanpa pengunjung, dengan sebagian di antaranya sudah mati.

    Cianjur yang dulunya selalu ramai dan menjadi kota perlintasan arus kendaraan dari Jakarta menuju Bandung dan sebaliknya, serta terkenal dengan oleh-oleh manisannya, kini terasa sepi, lengang, dan pucat bagaikan kehilangan ruhnya. Para pengusaha kuliner yang dulunya sering panen pada saat weekend, sekarang menanti dengah harap-harap cemas kendaraan-kendaraan yang lewat di depan tempat usaha mereka. Sedikit yang melintas, dan sangat sedikit yang mampir.

    Apakah pemerintah dan pengembang jalan tol itu sudah memperhitungkan hal seperti ini?
    Kemungkinan besar tidak! Pikir mereka, yang penting modal segera kembali, jalan tol yang mereka bangun selalu dipenuhi oleh kendaraan. Perkara banyak pengusaha daerah yang gulung tikar karena ditinggalkan oleh para pengguna jalan karena beralih ke jalan tol, bukan urusan mereka.

Komentar di Komunitas Blogger Cikarang

Posted by admin on Dec 10th, 2009 and filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

12 Responses for “Saya sudah lama tidak naik ATM, alias Angkot …”

  1. admin says:

    No comment pak…. saya cuma bisa : hahahahaha……

  2. amriltg says:

    Jadi mari kita ngakak bareng Mas admin

    Coba saya tebak, pasti sering naik bis jenis ini deh….hahaha

  3. sibaho way says:

    dah pindah rumah tho :)
    makin keren dan semoga makin exist to contribute :D

  4. gsujatmiko says:

    he..he..bau ya pa??
    saya ikutan pindah boleh ngga pa, ngejar bang sibaho..

  5. eshape says:

    Senangnya membaca komentar kawan2

    Salam kompak selalu

  6. beniabdullah says:

    Hahahaha loetjoe pak…
    Satu hal lagi… Bis baru bisa jalan jikalau penumpang telah penuh nuh tak tersisa atu bangku kosongpun… kalo belon penuh di tungguin tuh ama supir n timernya sampe jaman jebot .. tape deeeee….

  7. ceppi says:

    Saya sudah lama tidak naik ATM, alias Angkot Tidak Manusiawi, ini.
    Herannya saya, kenapa kita sebagai penumpang, sebagai konsumen, sangat tidak berdaya menghadapi kondisi angkot ini. Sudah ngetemnya lama, harus berpanas-panasan di dalam kabin penumpang, dan tidak akan pernah akan berangkat kalau tidak penuh, juga penumpangnya benar-benar dijejal. Kalau ada satu penumpang yang ukurannya di luar normal, sudah deh, kita harus merasakan himpitannya. Apalagi kalau mobilnya ngerem mendadak…..ciiiitt! Kita harus merasakan momentum (massa x kecepatan) dari sekian banyak penumpang di belakang kita.
    Kapan kita bisa mengubah keadaan ini? Kalau kita tidak pernah menyuarakan jeritan hati kita ini ke tempat/institusi yang tepat agar ada pengaturan jumlah penumpang, selamanyanya kondisi ini akan berlangsung. Dan Pak Amril tetap akan merasakan menjadi manusia pindang selama bertahun-tahun ke depan.
    Bagaimana Pak?

  8. ipung says:

    tinggal di cikarang saat ini sudah enak, transfortasi sudah mendukung, waktu taun 1995 kalo mau ke jababeka hanya P9BC aja, turun di Asrama naik ojek, atau turun di terminal cikarang naik angkot K17.

  9. suenda says:

    Dear all,
    saya berencana akan pindah rumah ke lippo cikarang,
    sementara saya bekerja d jakarta, tepatnya tanjung priok
    yang ingin saya tanyakan, apakah ada angkutan umum dari lippo cikarang ke tanjung priok? atau dari cikarang ke tanjung priok?
    terimakasih

  10. bustomi says:

    Ada pak….
    dari cikarang-tanjung priok bapak bisa naik Mayasari Bhakti, kalo gak salah yang 123, kalai 121 itu ke blok M.

    welcome to cikarang pak…

  11. suenda says:

    dear pak Bustomi,
    pak.., mayasari bhakti 123 itu, jurusan apa yah? tg.priok-cikarang kah?
    tks

  12. kurniawan says:

    pak kalo dari UKI itu ke lippo cikarang kawasan delta silicon ada angkutan umum yang langsung menuju ke sana??

    Kalau boleh tahu, jam operasi angkutannya dari sampai jam berapa??

    Regards

Comments are closed