Beberapa waktu yang lalu saya di rumah mencoba menginstall alat set top box yang berfungsi sebagai receiver sinyal TV digital. Dari mana set top box tersebut?
He.he.he..saya dapatkan secara gratis dari kawan baik saya. Kebetulan suaminya bekerja sebagai rekanan Depkominfo dalam proyek implementasi siaran TV digital di Indonesia. Katanya, kalau kita sengaja membeli alat itu di luaran, lumayan lah. Kita harus merogoh kocek sekitar 300-400 ribu rupiah untuk suatu uji coba yang belum tentu jadinya seperti itu. Kalau terima gratis, ya apa salahnya kita ikuti uji coba itu!
Implementasi siaran TV digital?
Bagi anda yang berlangganan siaran TV berbayar, seperti Indovision atau First Media, siaran digital pasti tidak asing, juga dengan alat set top box-nya. Namun yang saya maksud siaran TV digital di sini adalah untuk TV terestrial, yang tidak berbayar.
Iya, pemerintah melalui Depkominfo sejak tahun 2007 mencanangkan satu program peralihan siaran TV analog, yang selama ini dipakai oleh infrastruktur stasiun TV terestrial di Indonesia beserta produk televisi yang ada di masyarakat, ke bentuk siaran TV digital. Dasar dari peralihan ini adalah untuk mengikuti perkembangan teknologi pertelevisiaan yang semakin pesat, dan keuntungan adanya efisiensi kanal frekuensi dengan menggunakan siaran digital (katanya 1 kanal dapat membawa lebih dari 10 program tuh!)
Targetnya, proses peralihan ini berlangsung secara bertahap dari sekarang hingga tahun 2018 sepenuhnya infrastruktur industri siaran televisi sudah menggunakan sistem digital. (Waduh, lama juga ya! Mudah-mudahan kita masih diberi umur.)
Saat ini ada konsorsium beberapa perusahaan penyelenggara siaran TV yang tergabung dalam Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI, bukan KDRT he.he.he..) dan TVRI bersama Telkom sebagai perusahaan plat merah yang sedang menyelenggarakan percobaaan siaran TV digital. Uji coba yang katanya dimulai dari bulan Agustus lalu itu hanya bisa dicicipi oleh kita yang punya alat tadi, konverter yang mengubah sinyal digital dari pemancar siaran digital TV ke dalam bentuk analog supaya bisa dibaca oleh TV kita yang memang analog. Alat dibagikan secara cuma-cuma, hanya saya kurang tahu bagaimana mekanisme pembagiannya. (Yang jelas tidak seperti pembagian kompor dan tabung gas beberapa waktu yang lalu yang melibatkan perangkat pemerintah, kabupaten, kecamatan hingga ke RW/RT)
Percobaan siaran ini dilangsungkan terus sehingga pelaku industri yang berhubungan maupun masyarakat pengguna TV siap. Sayangnya, area yang sudah tercover siaran percobaan ini baru meliputi Jabodetabek, Alhamdulillah termasuk Cikarang ini. Rencananya, percobaan ini akan secara bertahap diperluas hingga meng-cover seluruh Indonesia (belum tahu kapan)

Set Top Box yang dipasang (mereknya “FULAN” tuh! si Fulan he.he.he..)
Cukup dengan menancapkan jack kabel antena ke unit set top box, lalu sambungkan dengan kabel AV dari AV out alat tersebut ke input AV televisi kita, kita bisa menikmati siaran digital uji coba tadi. Sebelumnya, setting software-nya untuk mencari kanal siaran digital dari beberapa stasiun TV yang ada.

Tancapkan kabel AV dari set top box ke input AV televisi!
Supaya siaran TV yang lainnya, yang analog, tetap bisa dinikmati, kita bisa membuat satu lagi sambungan kabel antena dari antena out set top box ke antena in TV kita. Dengan demikian, kita tinggal memilih modus TV atau Video pada remote TV. TV untuk siaran analog dan Video untuk siaran digital yang melewati alat receiver tadi.

Gambar Anteve yang biasa agak “bersemut” pun sekarang menjadi jernih dan tajam!
Seperti yang digembar-gemborkan oleh Depkominfo, ternyata memang benar bahwa gambar pada TV yang berasal dari siaran digital jauh lebih bening dan lebih tajam, tanpa ada sedikit pun semut yang menghias layar televisi kita. Suaranya pun lebih bersih dan jernih. Menonton televisi pun menjadi lebih nyaman. Apalagi kita nikmati tanpa membayar!
Sayangnya, stasiun televisi yang bisa kita lihat (sewaktu pertama kali mencoba) baru 6 stasiun: TransTV, Trans7, Anteve, SCTV, MetroTV, dan TV One. Sayangnya lagi, kemarin saya coba, hanya ada 3 stasiun yang ada. Mana nih ujicobanya? Kok berhenti sih?
Selain itu, kok tidak ada TVRInya, katanya termasuk yang melakukan uji coba?

Selain remote yang menjadi kelengkapan, dibagi juga buku tentang peraturan dan perundangan dalam bidang penyiaran (bukunya juga tebal Om! he.he.he..)
Tidak tahu siapa yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Tapi tetap saya berharap, perubahan sistem ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan, khususnya masyarakat pemirsa televisi yang harus menyediakan alat set top box atau pun mengganti televisinya dengan televisi digital. Ditambah lagi, yang lebih penting, konten tayangan siaran TV harus lebih cerdas dan mendidik, tidak hanya sekedar menghibur!
CP, Des 2009
http://ceppi-prihadi.blogspot.com
http://harihari-ceppi.blogspot.com
Boleh pinjem nih kayaknya… heheheh
KK harganya berapa Digital BOXnya?
Boleh tau ga?
N dimana bisa beli?
@Bustomi: wah, anak2 sudah betah dengan gambar tv-nya Mas! Ke rumah aja kalau mau lihat..:)
@Erie: Yang saya punya, gratis dari depkominfo. Sayangnya, kabarnya yang dibagikan gratis hanya sedikit, hanya dalam hitungan ribuan.
Katanya, produsen dalam negeri sudah ada yang buat: PT INTI, Polytron dan Akari. Harga alatnya berkisar 300 – 400 rb. Coba saja di toko2 elektronik di Cikarang atau di proyek, barangkali ada.
Mulai beberapa hari yang lalu, stasiun TV digital yang siarannya diterima sudah menjadi 12, meskipun sebagian siarannya hanya ada sampai jam 9 atau 10 malam. TVRI pun sudah muncul, ada 2 malah, TVRI 1 dan TVRI 2. Ditambah ada stasiun TV yang tidak kita peroleh di siaran analog, yaitu TV TELKOM dan TV EDUKASI.
sayang donk cm sampai jam 10 mlm, abis kerja jam 12 mlm gak bisa nonton tv dong….
@Luky: Masalahnya mereka masih uji coba. Nggak tahu dalam beberapa bulan lagi, mungkin mereka akan memperpanjang jam uji cobanya.
Sementara ini, kalau tidak ada siaran digital, kita bisa balik ke siaran analog.
kalaw daerah ciawi bogor dah dapet belum sinyalnya, bagi yang sudah mencoba minta pencerahanya dong……….
bagi yang pengin menikmati siaran uji coba tv digital ,beli set box nya di toko 2 komputer harco mangga dua dah ada koq, namanya tv tuner untuk LCD harganya sekitar 240 – 285 ribu ….merk nya gadmei atau advance ( bukan promo lho ) aq dah coba …..ternyata gambarnya bening ………
Saya di kosambi (Karawang timur) sudah coba, dapat 6 channel, kadang2 dapat 12 channel. Temen saya di daerah purwasari cikampek jg sudah coba & dapat siarannya.
Beli alat di harco glodok, tapi kemarin lihat di Electronic city Giant Bekasi ada tuh, merk Polytron harga 400rb-an, di carefour juga ada (kata adik saya) tetapi cepat habis.
kalau berminat, bisa pesan lewat saya (nanti kalau kebetulan main ke jakarta di beliin) atau mau gantiin punya adik saya, dia beli Polytron, berhubung dia sekarang langganan internet first media + TV kabel jadi Set Top Box-nya ga kepake dech, jika berminat pm aja di ddamoto@yahoo.co.uk
kalau mau silahkan email ke rumilanvar@yahoo.com
tersedia utk PC/Laptop & TV juga ada
cikarang aja dapat, harus nya pondok gede dapat juga ya mas? masih ragu mo nyoba (beli) takut tar barangnya nganggur dirumah kalau ga dapat sinyal
halowww….wahh jd bener tuhh siaran iklan si azizz dengan jangkriknya???
jadi siaran digital itu masih percobaan ya? nah perlu pake antenna gak tuh?
nah nanya lagi , kalo pasang parabola bisa dapet siaran digital?
sekian dan terimakasih
sangat memuaskan menyaksikan siaran tv lokal dngan sistem digital, kenapa saat enaknya menikmati siaran digital HILANG begitu saga bagai ditelan bumi? ada yang tahu? tlong jelasin dong
Mas, tolong kalo udah banyak yang siaran digital lagi aku dikabari.
siaran televisi digital HILANG…pemerintah tidak konsisten?…
hai mau tanya nih,terima pemasangan antena parabola ga? lokasi di lippo cikarang,antena nya sdh ada tapi blm di pasang’n ongkos nya sabaraha? thanks ya