Rambu Malu-malu

cikbar

Suasana cukup lengang di jalan utama Cikarang Baru pada hari Sabtu lalu, sekitar pukul setengah sepuluh pagi. Wah, senang ya! Kita bisa mengendarai kendaraan kita tanpa dihadang kemacetan yang sering terjadi.

Tapi… ada sesuatu yang tidak semestinya terlihat di sini! Apa coba? Benar memang ada gelas plastik bekas di pinggir jalan, padahal setahu saya biasanya ada banyak tempat sampah di sekitar situ. Lalu benar juga bahwa biasanya di lokasi tersebut ada bis-bis berwarna putih berbaris menanti penumpang, kali itu kosong melompong. Namun yang saya maksud adalah adanya rambu lalu lintas yang malu-malu mengintip dari balik dedaunan, yang artinya mubazir adanya rambu lalu lintas di situ karena orang yang sedang mengendarai kendaraan sulit untuk melihat dan membacanya, apalagi jika sedang dalam kecepatan tinggi. Apa pohonnya yang nggak tahu, kalau dia menutupi penglihatan orang ya? he.he.he…

Ini dia rambunya!

40km

Menurut anda, apakah efektif rambu ini?

CP, Des 2009
http://harihari-ceppi.blogspot.com

Posted by ceppi on Dec 15th, 2009 and filed under Artikel, Headlines. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

3 Responses for “Rambu Malu-malu”

  1. Bustomi says:

    Mas Ceppi, kalau rambu-rambunya sih efektif. Yang susah itu ya kita-kita ini yg suka melanggar rambu-rambu. Sudah jelas ada rambu, masih juga dilanggar. Kasian ya hukum di negara kita, peraturan dibuat untuk dilanggar… hehehhe.

  2. samsudin says:

    hati-hati pa ini rambu lalu lintas jembakan , jangan-jangan polisinya lagi ngumpet :)

  3. kadang orang-orang cuma bisa liat macam2 rambu tapi tidak tahu arti atau maksud rambu….

Leave a Reply