Jika kita melihat suasana jalan-jalan di Cikarang, maka akan terlihat sebuah ketidakteraturan yang kronis. Nyaris tidak ada tanda-tanda perubahan dari waktu ke waktu. Dan hal ini menjadi semakin kompleks karena lalu lintas di Cikarang sendiri sangat padat. Mulai dari kendaraan para penduduk Cikarang sendiri, para komuter yang bekerja di kawasan industri, bus-bus jemputan karyawan hingga kendaraan niaga sekelas trailer.
Cobalah berjalan ke sekitaran SGC (Sentra Grosir Cikarang). Kondisinya sangat ruwet. Angkutan kota dan bis tiga perempat parkir seenaknya di perempatan lampu merah. Ironisnya, beberapa petugas polisi yang berjaga seperti tidak peduli dengan kondisi itu. Lalu lintas menjadi macet. Klakson sahut menyahut di antara sesama pengguna jalan yang tidak sabar saling menyerobot.
Lampu lalu lintas? Jangan berharap ada lampu lalu lintas yang berfungsi di Cikarang.
Satu lagi. Entah calo entah kenek, sering memperlakukan calon penumpang wanita dengan tidak pantas. Dengan dalih mengajak atau mengarahkan calon penumpang tersebut ke kendaraan tertentu, tangan mereka memegang punggung atau bahu si wanita. Beberapa memang menghindar bahkan ada yang marah. Yang dimarahi bukannya sadar malah tertawa cekikikan dengan teman-temannya.
Kondisi di atas harus segera ditanggulangi. Siapa pun yang bertanggung jawab dengan kondisi tersebut, harus segera melakukan tindakan konkrit. Penertiban ulang harus segera dilakukan terhadap faktor-faktor yang ada di jalanan. Marka, pengguna jalan, petugas dan perbaikan infrastruktur.
Tata ulang rambu-rambu. Lampu lalu lintas fungsikan kembali. Marka jalan dibuat sesuai kondisi jalan. Tempatkan petugas di daerah yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas. Beri tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran, bila perlu ke institusi di atasnya.
Jangan lupa, lakukan pendidikan dan sosialisasi terhadap pengguna jalan, terutama para awak angkutan kota, bis tiga perempat, bis kota, bus jemputan karyawan hingga supir truk niaga. Wajibkan setiap institusi untuk mendidik setiap awak kendaraannya untuk berkendara sesuai aturan di jalan.
Tanamkan budaya berkendara yang santun di jalan raya.
Terakhir, libatkan masyarakat untuk menjadi bagian dari penciptaan kondisi jalan raya yang kondusif bagi semua pengguna jalan. Lakukan sosialisasi dan promosi lewat event-event yang bisa dilakukan secara rutin dan berkala. Jangan khawatir, pasti banyak perusahaan di Cikarang yang akan siap ambil bagian menjadi sponsor.
Budaya masyarakat sebuah daerah terlihat dari kondisi jalan raya di daerah tersebut.
Salam,
Bener pak…Katanya bentar lg Cikarang mau punya Movieland yg notabennya tempat para artis2..Malu dong punya tempat keren tapi ga punya etika lalu lintas..Masyarakat Cikarang harus bs patuh lalulintas kalo mau benar2 maju..
PemKab, Kepolisian, Dephub, PU, Pengelola Kawasan Industri dan Kawasan Perumahan beserta masyarakat Cikarang harus bahu-membahu bekerja sama menciptakan suasana lalu lintas yang tertib, aman dan nyaman.
Sekarang ini terlihat kita bekerja tidak terpadu. Kapan nih bisa lebih baik?