Butuh nyali lebih untuk melewati jembatan jembatan lama Kali Malang yang melintasi wilayah Kabupaten Bekasi dari Cikarang hingga perbatasan dengan Kota Bekasi.
Bagaimana tidak, semua jembatan jembatan lama yang dibangun untuk menghubungkan kedua sisi Sungai Buatan itu sama sekali tak ada pagarnya lagi, yang tersisa hanya beberapa onggokan bekas tiang pagar di sisi kiri dan kanan jembatan, beberapa jembatan bahkan tak ada bekas pagarnya sama sekali.
Apakah pagar pagar itu rusak karena sudah termakan usia, atau karena ada yang sengaja merusak, kemana aku harus bertanya ?. Aku tak tahulah. Setidaknya 5 kali dalam seminggu melewati salah satu jembatan jembatan itu, sampai hari ini belum ada tanda tanda akan diperbaiki. Lagipula akupun juga tak tahu siapa yang harus bertanggung jawab untuk memperbaiki jembatan itu. Pemda kah ? atau Otorita Jatiluhur kah, tempat dimana air kalimalang berasal.
Meskipun bulan lalu jembatan sempit tak berpagar itu sudah memakan korban seorang anak yang terpleset lalu tercebur ke derasnya Kali Malang dan tak berhasil diselamatkan. Dan bulan lalu juga seorang pemuda juga tercebur ke Kali Malang bersama motornya.
Meskipun tiap hari jembatan jembatan sempit itu dipakai oleh warga beraktifitas, meskipun beberapa dari jembatan jembatan itu menjadi jalur alternatif bagi para pengendara kendaraan bermotor yang menghindari parahnya kemacetan ruas jalan Lemah Abang – Cibarusah,
meskipun Jembatan jembatan baru sudah berdiri megah di ruas ruas jalan utama tak jauh dari jembatan jembatan itu, tapi jembatan jembatan lama Kali Malang tetap dengan apa adanya; kumuh, rusak, sempit dan tanpa pagar sama sekali.
So ? waspadalah, waspadalah….
iih serem…