Gemerlap di Tengah Kota Jakarta

p(Mencoba posting dengan Windows Live Write ) /p pDunia memang berubah dan harus berubah siapa yang tidak mau berubah akan ketinggalan jaman dan akan ditinggal oleh jaman. kota jakarta bagian dari dunia menjadi daya tarik tersendiri untuk perjuangan sebuah kehidupan. /p

Akhirnya gagal mencoba posting dengan Windows Live Writer, karena ketika diposting yang keluar di display adalah kode HTMLnya dan sempat lama masuk di daftar ‘Draft’ alhasil harus masuk ke Dashboard bloggercikarang.com dan menulis langsung di menu Postnya.

Bundaran HI“Ke Jakarta Aku kan Kembali…. ih  hi hi.. Walaupun apa yang kan terjadi…..”

Lagu tersebut ternyata terbukti nyata pada diriku.. setelah 5 tahun lebih tidak menginjak kota jakarta dan akhirnya kembali lagi ke Jakarta.

Bak Seperti Orang Kampung/Udik berada di tengah Kota bingung , heran bercampur kagum. Ternyata gemerlap di tengah kota jakarta menjadi pemandangan biasa bagi orang-orang yang bekerja dan beraktifitas disana. Berita mengenai Kesedihan Bencana di Mentawai dan Gunung merapi berbeda 180 derajat dengan kehidupan di Jakarta yang dinamis dan penuh aktifitas. Terbenak difikiran ternyata Orang Kaya di Indonesia khusunya di jakarta masih banyak, tidak seperti yang diberitakan di media baik TV maupun koran dan majalah dan juga media online tentang kemiskinan dan bencana serta kesedihan masyarakat indonesia berbeda jauh dengan kenyataan yang ada disekitar Jakarta.

Teringat di Kota negara sebelah yang pernah saya lalui dalam kehidupan untuk mencari sesuap nasi,sudah cukup nyaman fsilitasnya khususnya bagi pejalan kaki. Maklum dari Udik Datang dari Cikarang menuju ke Jakarta hanya menggunakan cukup menggunakan 2 kaki alias walk by foot atau jalan kaki, jadi trotoar menjadi jalur lalu lintas saya untuk menuju ke tempat tujuan setelah turun dari angkutan umum.

Tapi apa lacur fasilitas yang sudah disediakan tidak banyak yang menggunakan alias kosong dan tidak macet, sehingga dengan lenggang menyusuri jalurnya, berbeda dengan kehidupan di negara sebelah saya bisa berjalan dengan kecepatan 10-20 km/jam karena hampir semua orang berjalan dengan kecepatan sama padahal dalam kondisi padat merayap. Akan tetapi karena ingin menkmati suasana saya cukup melangkah dengan kecepatan 2-5 km/jam dalam keadaan sepi dan lancar.

Yang menjadi pertanyaan kenapa sedikit sekali orang Indonesia khususnya Orang jakarta yang bersedia jalan kaki sehingga trotoar banyak digunakan oleh pedagang yang disebut kaki lima..? Apa karena orang sudah ‘kaya’ sehingga banyak menggunakan mobil dan alat transportasi sendiri sehingga membuat jalan raya macet total.

Ini potret kehidupan di jakarta yang kembali saya lalui setelah sekian lama nguprek di kota industri cikarang dan sekitarnya. Jika dahulu untuk menuju ke pabrik Tujuan Cukup dengan waktu 15-30 menit, tapi sekarang harus menempuh perjalanan dengan penuh sabar  dengan kemacetan sehingga memakan waktu 2-3 jam untuk mencapai tujuan.

Harus Sabar dan Ikhlas menjalani kehidupan..

gemerlap di tengah kota jakarta


Jual Kaos Distro Indonesia

Mengupas Informasi tentang Internet dari sisi yang berbeda

4 thoughts on “Gemerlap di Tengah Kota Jakarta

  1. saya pernah jalan kaki, di sekitar Wisma Sudirman – Le Meridien… nggak di pagi hari banget sih… hasilnya? Basah kuyup…. hehehe, padahal lagi gak hujan kok.

  2. Bener mas lanang.
    cuman bloggercikarang yg gak bisa nulis pake tool-blog posting.termasuk windows live yah ternyata.

    saya beberapa kali posting pakai tool, malah isinya amburadul.

  3. @cpgd-r: Pakai ngos-ngosan dan tersengal-sengal nggak Pak?..:)

    @Om Nik: bloggercikarang.com terbaca formatnya oleh Windows Live Writer bagian kolom paling kirinya (yang ada tulisan Seputar Cikarang), sehingga pada saat kita posting, tulisan kita menjadi berantakan.
    Mas Den Busto, bisa dianalisa kenapa seperti itu? Saya belum menemukan nih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>